Minggu, 22 Juli 2018

Sholat 5 Waktu

Bismillaah...

Setiap adzan berkumandang, setiap itu juga ingat beliau rahimahullah.

Beliau yang selalu bergegas sholat 5 waktu ke mesjid. Berangkat pas adzan, kadang sebelum adzan juga sudah berangkat dan jarang sekali ke mesjid setelah adzan kecuali ada yang menghambatnya (kadang anak-anak yang agak lambat gerak).

Semasa hidup, selalu sholat berjamaah di mesjid, kecuali pas sakit, itupun sangat jarang sekali.

Shubuh jangan ditanya. Se-mengantuk nya beliau, pasti sholatnya di mesjid. Walau tidurnya kadang jam 2, kalau sudah adzan shubuh, pasti terbangun.

Sholat shubuhnya saja kayak gitu, apalagi sholat yang lain, yang agak ringan dibanding shubuh.

Selalu mengajak anak-anaknya ke mesjid. Kadang marah jika anaknya menolak atau melambat2kan diri. Marah juga kalau sholatnya kami tidak tepat waktu hanya karena urusan dunia. Maasyaallah...

Memang betul, kata beliau, "sholat itu tepat waktu, jangan diundur hanya karena dunia. Jika sudah adzan, bersegeralah". Karena yang diperintahkan sama Allah memang sholat tepat waktu.

Semoga semua amalan sholatmu semasa hidup, diterima oleh Allah dan menjadi sebab engkau mendapatkan rahmatNya, aamiin

Semoga saya dan anak-anakmu bisa mengikuti jejakmu, abi, yang rutin dan istiqomah sholat berjamaah di mesjid tepat waktu, aamiin



Sinjai, 22 Juli 2018

Sabtu, 21 Juli 2018

Masa Berkabung

Bismillaah...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda,

(لاَ تُحِدُّ امْرَأَةٌ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاَثٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا)

"Wanita dilarang berkabung atas kematian seseorang di atas tiga hari, kecuali yang meninggal adalah suaminya, maka ia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari."

Pantas saja, masa berkabungnya lama. Ternyata begini rasanya. Sulit melupakan karena itu tak mungkin.
Pantas saja, selama ini, jika ada yang meninggal, sedihnya cuma beberapa hari. Pas yang meninggal suami sendiri, orang yang paling dekat, sampai hampir sebulan ini rasanya maaasih sangat sedih.

Sediiiih sekali. 9 tahun bersama, kenangannya banyak. Dimana-mana ada kenangan.

Pantas saja Allah izinkan berkabung 4 bulan 10 hari, karena ternyata begini rasanya. Kehilangan sekali. Kehilangan tempat berbagi, kehilangan tempat bermanja, kehilangan segala-galanya. Tentu setelah Allah.
Ah, pantas saja...

Kalau liat seseorang ditinggal istri, saya kasian sama anak-anak yang ditinggal. Kalau sama suaminya? Kasian juga, tapi kan beliau bisa menikah lagi sepeninggal istri, dan istrinya kelak bisa bersamanya juga di akhirat.

Tapi, kalau yang meninggal suami, kasian istri dan anak-anaknya. Istrinya juga, pasti berat menjalani hidup tanpa suami. Belum lagi fitnahnya, betul-betul menguji kesetiaan sama pasangannya. Bukankah yang menjadi pasangan istri kelak di akhirat adalah suami yang terakhir? Sungguh menguji kesetiaan.

Sangat berat, apalagi ditinggal di usia yang masih...

Dan terakhir, saya hanya menunggu... saya juga ingin pulang, sembari mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya, mempersiapkan anak-anak menjadi anak sholeh biar mereka bisa menjadi amal jariyah kami.

Saya beruntung -alhamdulillaah- dipertemukan denganmu, abi, dan sangat beruntung dikaruniai 4 orang anak, 2 pasang anak sholeh sholehah, penyejuk mata sepeninggalmu, Insyaallah mereka akan menjadi anak sholeh sholehah serta hafidz dan hafidzah sesuai cita, keinginan dan doamu, abi...

Abi, wait me...



Sinjai, 21 Juli 2018

Kamis, 19 Juli 2018

Famgath Terakhir Bersamanya

Bismillaah...

Di grup agen PPC, lagi rame bahas tentang famgath yang rencananya di bulan Agustus. Sedih sekali. Tiba-tiba teringat lagi sama beliau rahimahullah. Untuk pertama dan terakhir kalinya, kami bersama mengikuti famgath dari Mamanda di Bandung.

Ah... tiba-tiba terkenang kembali masa-masa itu. Awal kali menawarkan untuk ikut famgath ke beliau, beliau alhamdulillaah iyakan, walau berikutnya kadang bilang gak jadi, trus jadi, dan ujung-ujungnya alhamdulillaah jadi. Syaratnya waktu itu; uang yang dibawa harus terkumpul sekian ratus juta. Jumlah yang agak banyak dan harus terkumpul dalam waktu 2 bulan. Kenapa syaratnya begitu? Biar sekali jalan buat belanja-belanja persiapan Ramadhan untuk toko di Jakarta. Sempat pesimis, karena menjelang hari H, yang terkumpul baru 75%. Tapi, alhamdulillah, beliau akhirnya ikut menemani walau syarat tidak terpenuhi.

Sinjai-Makassar-Jakarta-Bandung, dengan berbagai kenangan di sepanjang jalan.

😢😥😥😥😢

Kematian Itu...

Bismillaah...

Sejak kepergian suami tercinta rahimahullah, betul-betul tersadarkan akan kematian. Selama ini, saya sering datang melayat, sering melihat berita kematian baik karena sakit maupun mendadak, tapi setelah beberapa hari berlalu, kembali lupa -astaghfirullah-.

Tapi ini, kematian suami betul-betul gak bisa bikin saya move on. Wajahnya yang teduh di hari terakhir saya melihatnya selalu terbayang-bayang. Betul, kematian memutuskan segalanya dari dunia. Tidak ada yang dibawa selain diri dan amalan kita. Baju beliau, barang-barang beliau, uang beliau, sendal, sepatu, celana, sikat gigi, semuanya sampai kacamata yang tidak pernah lepas dari beliau, beliau gak bawa. Ya Allaah... Hingga saya berpikir, ini semua untuk apa? Barang-barang yang dikoleksi dan dikumpulkan ini semua untuk apa? Jika kematian sudah tiba, mereka tak lagi berarti. Hanya amal sholeh yang menemani.

Hingga sejak kepergian beliau, saya tiba-tiba tidak berselera lagi dengan apapun berkaitan dunia. Jika tidak ingat punya bayi, mungkin saya tidak akan makan lagi. Jika tidak ingat kalau hidup itu butuh uang, mungkin semua uang yang saya punya saat ini ingin disedekahkan saja semuanya. Rasa-rasanya hanya ingin beribadah. Bahkan, sempat berpikir, ya Allaah, kenapa saya gak mati juga -astaghfirullah-.

Berat rasanya ditinggal orang yang selama ini saaangat dekat dengan kita. Berat sekali. Tapi ini takdir Allah, ketetapan Allah yang harus dijalani. Mungkin saya ditegur, selama ini terlena dengan dunia. Ya, mungkin saja.

Pernah berpikir ada di posisi suami. Mungkin, suamiku juga gak tau ya kalau beliau akan pergi selama-lamanya. Walau sebelum-sebelumnya, tanda-tanda itu ada, tapi mungkin suami juga gak tau kalau malam itu adalah batas akhir hidupnya. Banyak rencana, banyak cita-cita, banyak angan yang beliau punya dan belum terealisasi. Tapi, malam itu, cukup sudah batas hidupnya. Ah, andai saya di posisinya, akankah saya siap?

Ah, kematian. Engkau memang pemutus segala kenikmatan. Mengingatmu selalu saja menyisakan derai air mata yang tak bisa tertahankan. Karenamu, kami yang masih hidup rasa2nya hanya ingin beribadah saja terus, sholat-ngaji-puasa dan ibadah lain, ituu saja. Harta tak lagi ada nilainya.

Ya Allah, saya betul-betul tersadar akan kematian. Jika teringat lagi beliau rahimahullah dan membandingkan diri ini, rasanya masih jauh. Pantaslah jika beliau rahimahullah yang dipanggil duluan, karena mungkin amanah beliau rahimahullah telah tuntas dan mungkin Allah rasa cukup ibadah dan amalan beliau selama ini (semoga saja). Dan, sering saya mengingat perilaku beliau semasa hidup, masyaallah, memang semuanya baik. Rasa empati dan suka menolongnya tinggi. Suka membantu, suka meringankan tugasku. Apalagi di tahun terakhir ini, di kehamilan terakhir ini, saya begitu dimanja, sangat dimanja. Lalu, setelah melahirkan, beliau tiba-tiba pergi begitu mendadak, saya terpuruk. Hingga menjalani hari, selalu merasa beliau masih ada. Lalu jika kembali tersadar bahwa beliau betul-betul sudah pergi, ada rasa yang lain. Ada air mata yang tiba-tiba keluar walau sekuat hati untuk ditahan.

Ya Allah, saya yang masih diberi kesempatan hidup, jadikanlah waktuku semuanya bernilai ibadah, ridhoilah segala aktivitasku dan berilah kelapangan hati dan kesabaran kepada saya dalam mendidik anak-anak kami. Ya Allah, jadikanlah anak2ku anak2 yang sholeh sholehah. Hingga tiba saatku juga pergi, mereka lah yang senantiasa mendoakan kami walau kami telah berada di alam kubur. Semoga saya mampu mendidik mereka menjadi sholeh sholehah, hafidz dan hafidzah, orang2 yang berakhlak, dai daiyah dan mereka tidak hanya bermanfaat untuk kami tapi juga untuk ummat ini.

Sinjai, 19 Juli 2018
3 pekan 2 hari kepergian beliau rahimahullah, semoga Allah lapangkan kuburnya, diberi nikmat kubur, dihindarkan dari siksa kubur, hingga kelak masuk dalam syurgaNya bersama Rasulullaah, nabi dan orang-orang sholeh, aamiin

Selasa, 17 Juli 2018

Belajar Corel (1)

Bismillah...
Alhamdulillah..

Di dunia desain grafis. Software merupakan sarana untuk mendigitalkan konsep desain kita. Jenis softwarepun yang dikenal bermacam-macam, diantaranya *Coreldraw, Adobe ilustrator, Inkscape, Adobe Photoshop, GIMP dal lain-lain*. Di kelas ini kita akan fokus ke *software Coreldraw*. Di antara mereka ada yang berbayar dan ada yang gratis. Selain kelas ini, kami juga mengelola kelas software gratis, yaitu Inkscape.

*CorelDraw graphic suite adalah produk software dari perusahaan corel yang berfungsi untuk mengolah gambar vector. Software ini di banderol dengan harga sekitar $ 600 an, atau sekitar Rp. 8 jutaan. Tapi kalau belum sanggup beli, kita masih bisa menggunakan versi Viewernya, cuma beberapa fitur tidak bisa berfungsi seperti Import, eksport, print, save dan lain-lain*

Sedikitnya di dunia desain kita mengenal 2 jenis file, yang pertama Bitmap dan kedua Vector. Contoh file bitmap yang paling sering kita temui adalah hasil jepretan kamera handpone kita. Eksistensi file Bitmap juga bermacam, umumnya kita menemui JPG, JPEG, PNG. Untuk Vector, sederhananya adalah file yang dibuat di software pengolah vector, seperti Coreldraw, Adobe Ilustrator, Inkscape daln lain-lain. Eksistensi filenya di antaranya CDR, AI, SVG dan lain-lain.

Dimateri pengantar kelas Mahir Coreldraw ini kami akan sedkit menjelaskan tools yang sering digunakan di coreldraw.
Sebelumnya perlu kami jelaskan dikelas ini kami fokus ke tools Softwarenya yang nantinya akan kita praktekkan dengan metode Amati dan Tiru. Agar kita bisa fokus ke toolsnya.

Tolls yang kami maksud di antaranya:

1. Pick Tool = Untuk menseleksi objek
2. Shape tool = untuk mengedit vertex, mengedit sisi objek
3. Rectangle tool = untuk membuat persegi
4. Cycle tool = untuk membuat linkaran
5. Text tool = untuk membuat teks
6. Color palette = untuk memberi warna pada objek.

*Materi Pertama*

Nah sekarang kita akan praktekkan penggunaan tools tersebut dengan mendesain sebuah handphone sederhana... untuk langkah-langkahnya simak di https://youtu.be/YdJYdiRtPy0

Menyesal



Bismillaah

Hari ini mereka "beres" lebih awal dibanding kemarin.
Kalau ada abi Ahmad Ariyanto, mereka langsung diantar ke sekolah saat itu juga.
.
.
.
.
Tiba-tiba, saya teringat satu hari di Ramadhan kemarin. Pulang dari sholat shubuh, beliau rahimahullah menawarkan diri mengajar nyetir mobil.
Sayang sekali, karena kondisi saya yang tidak memungkinkan; lagi hamil tua + puasa + sering kontraksi, saya menolak ajakannya.

Penyesalan memang datangnya belakangan. Setelah sekian lama vakum belajar, baru kali itu beliau menawarkan diri lagi untuk mengajar.

Pertanda beliau akan pergi, tapi baru menyadari saat beliau telah pergi 😫😥




Sinjai, 17 Juli 2018
3 pekan kepergian beliau rahimahullah

Kamis, 12 Juli 2018

Firasat Terakhir

Bismillaah...

Ahad, dua hari sebelum kepergianmu...

Tiba-tiba saja engkau membalikkan badanmu, lalu berkata padaku "Kasi tau memangmi semua nah, tidak ada itu pernikahan kudatangi".

"Iye", jawabku.

Dalam hati, perasaan campur aduk, perasaan beliau akan pergi menghampiri. Sepergi beliau, saya masuk kamar. Menangis sejadi-jadinya. Hingga malam tiba, sempat tertidur beberapa kali hingga mimpi kalau ada yang meninggal. Pas bangun, langsung ingat beliau rahimahullaah. Menangis lagi. Ya Allah... berikan kesembuhan kepada suamiku, berilah yang terbaik buat beliau.

Sebulan sebelum kepergian beliau rahimahullaah selama-lamanya, saya sempat memberikan kepadanya baju seragam yang rencana akan dipakai di pernikahan adikku. Tapi, barusan kali itu, beliau dikasi sesuatu tapi tidak bersemangat. Biasanya, beliau langsung coba, pas atau tidak, sambil lihat cermin. Ini tidak sama sekali. Bahkan, pada saat lebaran pun, beliau tak lagi berselera serba baru.

Ah, kepergianmu menyisakan banyak kenangan. Banyak sekali. Di sudut mana pun kujatuhkan pandanganku, ada kenangan disana. Sulit menghindar. Hanya bisa menghadapi dan melawan rasa "sakit".

Semoga Allah merahmatimu, memudahkanmu di alam kubur, menerangi kuburmu, memberikanmu nikmat-nikmat karena amalanmu di dunia, aamiin...

Semoga Allah memasukkan kita ke syurganya, dan kembali kumpul bersama keluarga, orang sholeh dan para nabi-nabi, aamiin...

Sinjai, Kamis, 12 April 2018
2pekan 1 hari kepergianmu 😥