Jumat, 29 Januari 2016

SIRAH NABAWIYAH (1)

Masa Sebelum Nabi Dilahirkan

Salah satu kakek dari Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimussalaam.
Pembahasan pertama kita ke Nabi Ibrahim dulu, agar kita tahu jalur-jalur keturunan hingga sampai ke Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam dan bagaimana masyarakat Mekkah sebelum Rasulullaah dilahirkan.


Nabi Ibrahim 'alaihissalam adalah nabi yang mulia, mendapatkan julukan Abul Anbiyaa (ayahnya para Nabi).
 
Nabi Ibrahim 'alaihissalaam itu memiliki dua orang istri; yang pertama adalah Sarah.
Sarah ini masyhur atau sangat terkenal dengan kecantikan dan kemuliaannya.

Suatu waktu, Nabi Ibrahim pernah mengadakan perjalanan bersama Sarah ke wilayah Mesir di Afrika Utara. Kebetulan di zaman itu raja di Mesir adalah orang yang dzolim, suka sekali mengambil istrinya orang, bukan mencari perempuan umumnya tapi istrinya orang. Kenapa? Karena dalam pikiran raja Mesir pada saat itu, kalau seandainya wanita itu dinikahi oleh seorang lelaki, pasti dia pilihan (dipilih oleh laki-laki tersebut). Perilaku sang raja sangat buruk.

Sarah, karena terkenal dengan kecantikannya, maka Nabi Ibrahim 'alaihissalaam waktu jalan dengan Sarah masuk ke Mesir didatangi oleh beberapa prajurit raja Mesir. Mereka ingin mengambil Sarah. Prajurit raja berkata, "Siapa ini?"
Maka Ibrahim 'alaihissalaam mengatakan "Ini saudariku". Beliau tidak mengatakan "Istriku". Kenapa? Karena kalau beliau mengatakan yang sebenarnya, Sarah akan diambil.

(Dan ini disebutkan dalam hadits Bukhari tentang bagaimana di Mahsyar nanti, orang-orang pada saat kepanasan, menunggu lama, maka ada sebagian manusia datang ke Adam, lalu berkata "Wahai Adam, engkaulah ayah kami, engkaulah manusia pertama, mintalah kepada Allah supaya Allah datang mengadili kami (kami ke syurga atau neraka), yang penting Allah datang dulu mengadili" (karena di Mahsyar sangat panas dan luar biasa pemandangannya. Orang ada yang terbalik, wajahnya dibawah, ada yang dibangkitkan dengan bokongnya di atas dan beragam perilaku yang terjadi, naudzubillaah).

Lalu Adam mengatakan "Hari ini Tuhanku telah murka, dan belum pernah murka sebelumnya seperti ini. Nafsi nafsi. Saya cuma bisa selamatkan diriku sendiri. Maka kalian cobalah ke Idris."
Datanglah mereka ke Idris. Dan Idris juga mengatakan hal yang sama. Intinya, setiap nabi didatangi oleh manusia-manusia, sampai mereka tiba ke Ibrahim 'alaihissalaam. Lalu Ibrahim 'alaihissalaam mengatakan "Saya tidak berani karena hari ini Tuhanku telah marah, belum pernah marah sebelumnya seperti ini dan tidak akan marah sesudahnya seperti ini." Lalu beliau melanjutkan, "Saya telah melakukan perbuatan salah".

Apa itu perbuatan salah nabi Ibrahim 'alaihissalaam? Disebutkan dalam riwayat ini, "Saya pernah berbohong". Apa bohongnya? Waktu dia mengatakan kepada prajurit Mesir "Ini saudari saya". Sebenarnya bukan bohong, beliau disini maksudnya saudari saya dalam agama. Tapi, beliau karena ketaatannya kepada Allah menganggap itu dosa. Sehingga beliau mengatakan bahwa beliau pernah berbohong dan berbohongnya pun sama orang kafir demi keselamatan istrinya. Dalam riwayat ini, Ibrahim 'alaihissalaam mengakui bagaimana sebenarnya dulu beliau pernah melakukan itu, dan ini riwayat yang menjelaskan kejadian tadi.)


Kembali ke kisah,

Karena kecantikan Sarah, maka prajurit-prajurit raja Mesir saat itu tetap mengambilnya walaupun nabi Ibrahim sudah mengaku bahwasanya ini adalah saudara saya.

Pada saat dibawa ke istana dan raja Mesir melihat kecantikan yang dimiliki oleh Sarah, maka sang raja langsung ingin menjamahnya.

Maka Sarah berdoa kepada Allah azza wa jalla agar diselamatkan. Tiba-tiba saja sang raja.....



Bersambung

(Sumber: ditranskrip langsung dari ceramah Ust. Dr. Khalid Basalamah hafidzahullaah)

#sirahnabawiyah

Rabu, 20 Januari 2016

Adik-adik Lelakiku

Bismillaah...

Saya punya 7 adik laki-laki dan 5 diantara mereka pernah bahkan sering saya minta untuk antar saya kemana saja, terutama ke rumah teman atau antar paketnya "Mutiara Baby Shop Sinjai"di Makassar.

Tapi saya, sering sekali tidak sadar adik yang mana yang antar saya saat itu. Saya seenaknya saja bilang: "Antar saya kesini"
Adik: "dimana itu? "
Saya: "itu yang masuk lorong ini, dekat mesjid, bla bla"
Ketika pertanyaan lanjutan "dimana itu" muncul lagi, saya baru tersadar, ternyata adik yang pernah antar saya ke tempat itu bukan adik yang sekarang alias beda orang alias adik kesekian.

Inilah suka duka punya banyak adik, terutama adik laki-laki. Alhamdulillaah banyak mahram, banyak yang antar-antar.
Jadi berbahagialah yang punya banyak saudara laki-laki, atau punya banyak anak laki-laki. Karena suatu saat, mereka akan sangat berguna bagi kita.

@Samata

Kamis, 07 Januari 2016

Sakit di Awal Tahun Masehi

Bismillaah

Perutku bergemuruh tiap 10 menit. Seperti kelaparan (atau masuk angin). Kelaparan? Ya, tentu saja. Saya memang sangat lapar dan saya sudah mencoba makanan yang disajikan di depan saya. 1 suapan... #glekkk #huekkk.. pahit. Qaddarullaah. 

2 hari ini, semua makanan terasa pahit, hambar, eneg. Efek dari demam seharian. Demamnya juga efek dari 3 hari 4 malam lembur selembur-lemburnya sampai gak makan siang dan malam serta sarapan secukupnya saja. Wajarlah jika hari dimana saya tak lembur lagi, saya drop. Menyerah. Dan akhirnya, 2 hari ini hanya bisa terbaring di kamar.

2 hari terbaring, gak ada aktivitas selain tidur dan baring. Akhirnya, semua pekerjaan rumah (juga toko) beserta 3 anak-anak, semuanya terbengkalai. Kamar berantakan, lantai kotor, barang-barang berhamburan, jemuran belum diambil, dll. It's ok, karena saya bisa mengerjakannya ketika agak baikan. 

Paling kasihan sama anak-anak, apalagi hari kemarin. Sedih liat mereka. Betul-betul tak terurus. Faqih yang biasanya sarapan dan paling lambat makan pagi jam 10, kemarin jadinya jam 1 siang. Dari setengah 12 memang sudah merengek minta nasi, tapi apa daya, saya tak mampu beranjak. Hannan dan Ziyad yang mandinya paling telat jam 10, kemarin jadinya jam 2 siang, itupun saya memaksakan diri karena gak tahan liat muka mereka yang sudah cemong dan belepotan. Betul-betul terlantar. 
Saat itu, saya tiba-tiba membatin "mungkin inilah hikmah dianjurkannya poligami" #eh :D

Padahal, sakit saya biasa saja. Demam. Tapi kepala gak bisa diajak kompromi. Bangun dan berdiri sejenak saja rasanya kayak mau jatuh, pusing. Demam seharian, hari ke 2 (tanggal 6 Januari) alhamdulillaah sudah gak demam lagi. Tapi.... penyakit lain muncul. Saya diare, hiks.. Dini hari di tanggal 6 itu, kayaknya ada 4-5 kali bolak balik WC. Setelah shubuh, masuk WC lagi. Sampai saya lemas, dan hari itu hanya baring lagi. Walaupun begitu, alhamdulillaah di hari ke 2 ini masalah kemarin sedikit teratasi. 

Diare. Penyakit yang paling membuat saya trauma. Bagaimana tidak, 2 anak saya sudah 4 kali bolak balik rumah sakit dirawat dengan alasan ini. Dan, hari ini saya kena juga. Qaddarullaah wa ma sya  fa'al. Semoga jadi penggugur dosa-dosa. 

Alhamdulillaahnya, setelah dibuatkan segelas teh pekat (tanpa campuran gula) sama suami, intensitas bolak balik wc sudah tidak sering. Ditambah propolis dari bapak mertua. Alhamdulillaah bi ni'matih.. 

Terkadang, kita baru sadar kalau sehat itu nikmat ketika kita ditimpa kesakitan. Maka, selagi kamu sehat, syukurilah! Syukuri dengan mengerjakan aktivitas-aktivitas bermanfaat. Bersyukur dan teruslah bersyukur ketika diberi nikmat. 

@rumah mertua, Sinjai
Kamis, 7 Januari 2016

Selasa, 17 November 2015

Tentang Hafidz Doll

Bismillaah

NYESAL!!! Saya menyesal beli paket hafidz Doll. Menyesalnya.. kenapa belinya gak dari dulu-dulu, kenapa baru sekarang pas anak sudah 3.

Tapi, lebih baik TERLAMBAT daripada tidak sama sekali.

Bismillah.. Di akhir bulan Juli 2015, saya pribadi memutuskan untuk membeli paketnya. Ya, saya memutuskan sepihak, karena suami gak mendukung waktu itu. Alasannya karena harga. Iya, memang, saya sadar, harganya lumayan. Tapiiii.... memikirkan fungsi dan manfaat nya membuat saya nekat. Apalagi waktu itu, saya difasilitasi dengan pembayaran nya yang bisa diangsur.

Awalnya, sebenarnya cuma ingin beli bonekanya saja 1. Tapi, sekali lagi saya berpikir, kalau boneka cuma 1, sepertinya hari-hari cuma diisi pertengkaran. 1 boneka dipakai bertiga? Mungkin bagi anak-anak yang sudah mengerti, bisa. Tapi 3 anakku semuanya masih dibawah 5 tahun. Sepertinya mustahil bisa dipakai bertiga.

Akhirnya, saya memilih paket lengkap; 2 boneka beserta perangkatnya, 1 robopen dan perangkatnya, mushaf tahfidz, mushaf maqomat, ensiklopedi anak muslim, dan masih banyak lagi. Eh, ada iqro'nya juga. Pas sekali buat Faqih (5 tahun kurang 1 bulan), Hannaan (3 tahun 2 bulan), dan Ziyad (2 tahun 1 bulan). Faqih kebagian robopen dan mushaf maqomat, Hannaan boneka hafidzah beserta iqro' dan Ziyad boneka hafidz (saja). Alhamdulillaah..

November
3 bulan pemakaian. Alhamdulillaah, ada pengaruh. Ziyad yang bicaranya masih kurang jelas, tapi kalau diputarkan surah-surah pendek, dia bisa menyambungnya dengan lafalnya yang masih cadel. Hannaan pun seperti itu. Faqih, jangan ditanya, efeknya LUAR BIASA. Karena ia kebagian mushaf maqomat dan robopen, ia lebih mudah dalam menghafal. Dibanding quran yang dipakainya dulu, ia lebih semangat pakai mushaf maqomat, karena lembarannya warna warni plus ada tanda ikhfa, idhgam, iqlab dan qalqalah di mushafnya. Paling semangat kalau dikasi robopen dan mushafnya karena itu berarti ia bebas bereksplorasi mendengar lantunan quran dari robopennya.

Alhamdulillaah bini'matihi tatimmusshoolihaat. Semoga melalui paket hafidz doll ini, Faqih-Hannan-Ziyad lebih dekat dengan kitabNya, dan Allah mudahkan mereka dalam menghafalnya, sehingga kelak mereka menjadi para penghafal Qur'an, keluarga Allah di dunia, dipakaikan mahkota dari emas kelak di syurgaNya dan kami orangtuanya akan dipakaikan dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh seluruh penghuni dunia. Aamiin.. amiin.. Allahumma Aamiin..
“Dari Buraidah Al Aslami radhiyallaahu 'anha, ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.
Penghafal tadi menjawab; “Saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “Saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian dijawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”
Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).

Rabu, 11 November 2015

Komunikasi Jarak Jauh

Bismillaah

Adakalanya, kita terpisah jarak dengan pasangan kita. Maka sempatkanlah berkomunikasi walau hanya sekedar tanya kabar. Jika kita betul-betul sibuk, sepertinya tidak ada salahnya meluangkan 1 menit saja untuk sekedar memberi kabar pada pasangan kita, bahwa kita betul-betul sibuk jika memang bersalam-salam atau ber say "hello" saja pun tak cukup waktu.

Tapi, saya terkadang heran, jika ada seorang suami atau istri dalam kondisi seperti ini, lebih mengabarkan pada sosial media yang ia punya tentang keadaannya dibanding kepada pasangannya sendiri. Ia bukan pejabat, pun bukan artis. Tapi mengapa kabar itu lebih dahulu sampai ke khalayak ramai dibanding kepada orang terdekatnya sendiri?
Padahal, jika ada apa-apa yang terjadi, tentu khalayak akan menanyakan pada orang terdekatnya, yah... siapa lagi kalau bukan ke pasangan. Kecuali jika memang ia tak dekat dengan pasangannya. Lain hal. 

Terkadang, kita sebagai pasangan, merasa senang jika kabar tentang pasangan kita lebih dahulu kita ketahui dibanding orang-orang. Tak usah kabar, hanya sekedar info tentang keberadaan kita saat itu saja pun pasangan akan senang. Apalagi jika ditanya kabar, kondisi atau mendengarkan curahan hati pasangan? Maasya allaah.. 
Namun, kebanyakan, yang didamba tak seindah realita yang ada. Tiba-tiba saja, kita tahu kabarnya dari medsos. Vulgar. Blak-blakan. Astaghfirullaah.. Rasa iri tiba-tiba muncul dalam hati. Kita yang seharian menunggu kabar, terlupakan. Sakit? Tentu. Namun, rasa iri itu harus kita hilangkan, karena bisa saja itu adalah tipu daya syetan. 

Lalu, apa kabarnya dengan orang yang suka kabar-kabari di medsos? Salahkah? 
Sepertinya tidak, jika hal itu kita komunikasikan terlebih dahulu pada pasangan kita, kita kabarkan dahulu ke pasangan kita tentang keberadaan dan kabar kita. Jika seperti ini, tentu adem rasanya. 

Sinjai, 11Nov'15
@kamar

Selasa, 10 November 2015

Kematian (Lagi)

Bismillaah..

Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un

Malam Senin kemarin, kak Nisa tiba-tiba bbm. Seorang akhwat yang pernah tinggal di rumah keluarga di Makassar, meninggal.
Mendadak. Kaget. Masih muda padahal.
Tapi, itulah ajal. Tak bisa diundur, pun tak bisa dimajukan. Jika waktunya tiba, putuslah sudah. Cukuplah waktu untuk beramal di dunia.
Tak pandang apakah ianya masih muda, pun ia telah tua.

Sedih banget dpt kabar duka ini. Kepikiran sama anaknya yang belum cukup 2 tahun, ditinggal oleh sang ibu untuk selama2nya. Hiks.

Seharian kemarin, hanya memikirkan, bagaimana jika seandainya itu saya. Bagaimana jika yang selanjutnya adalah saya. Ya Allaah...
Rasanya, seperti waktu itu sudah sangat dekat. Tapi, amal apa yang sudah kuperbuat untuk menghadapNya?! Hiks...

#latepost

Galau

Bismillaah

Diajak ke Bogor Selasa besok sama Abu Faqih itu... rasanyaa.... bikin galau. Antara ikut, atau tidak. Tidak ikut, atau ikut. Aaaahhh.. Bingung. 

Pengen ikut, karena: 
- mumpung diajak. Abu Faqih tuh klo ada tugas kantoran, jarang banget ngajak-ngajak. Mumpung diajak, jadinya pengen ikut. 
- tiket lumayan murah buat sy pribadi untuk pp. Abu Faqih cuekin aja, bliau ditanggung sendiri sm kantor, makanya dia juga berani ngajak (asal tiket ditanggung sendiri). 
- Abu Faqih berangkat sendiri ke sana. Biasanya pake teman dari kantor. Ini sendiri saja. Peluang bangett.

Ragu ikut, karena: 
- anak-anak, terutama si bungsu Ziyad. Mau dititip tp gak tau sm siapa. Gak ada yg mau trima dititipi. Soalnya Ziyad anak ummi banget. Dikit2 cari ummi.
- toko. Banyak barang di toko blum dikasi harga. Jadi klo ikut, kepikiran banget. 

Dan akhirnya... saya memutuskan untuk.... 
TIDAK IKUT

Mudah2an nantinya, sy dpt kesempatan yang lebih baik lagi untuk bs jalan2. Aamiin