Senin, 07 Oktober 2024

Istiqomah Itu Berat

Bismillaah...

Istiqomah itu berat, makanya kita butuh:

ALLAH ❤️
Karena Dia-lah pemegang hati kita, yang mengatur hidup kita, yang membolak balikkan hati kita. Maka kita yang butuh Allah, karena sejatinya, kita tak bisa apa-apa tanpa pertolongan dariNya. Sekalipun seluruh manusia ingin kita sesat, jika Allah berkata tidak, maka kita tidak akan sesat. Mintalah sama Allah, berdoalah padaNya agar selalu diistiqomahkan dalam kebaikan hingga akhir hidup kita. Mintalah kebaikan saat hidup hingga akhir hidup kita pun ditutup dengan kebaikan.

TEMAN YANG NEGUR KITA Saat kita salah jalan. 
Yap, teman! Sejatinya teman adalah yang ingin melihat kita baik, bukan mereka yang hanya "menonton" kita. Teman adalah ia yang ingin kita bersama-sama selalu beriringan di jalan kebaikan, yang memanggil kita saat kita mulai berjalan miring hingga hampir terlepas dari genggaman. Teman, bukan yang menjudge kita saat kita bersalah; sekali maupun berkali-kali, karena bukankah manusia terkadang khilaf? Maka saat ia khilaf, ingatkanlah, jangan hanya menonton / membiarkannya terlampau jauh, jangan pula menjudge ia tidak akan berubah. Ingat, tugas kita hanya mengingatkan. Ingatkan saja, karena Allah lah yang memberinya hidayah, bukan dirimu. Namun sebaik-baik teman adalah yang mengingatkannya saat ia tergelincir.

MAJELIS ILMU
Kita butuh selalu diingatkan. Kita butuh selalu dikuatkan. Dan di majelis ilmu adalah salah satu jalan untum kita mendapatkan itu. Majelis yang di dalamnya kita akan mengingat Allah, diperintahkan untuk bersabar, diingatkan tentang neraka dan digembirakan dengan keindahan syurga, bagi mereka yang bersabar di atas jalan keistiqomahan.


Makassar, 7 Oktober 2024

Minggu, 06 Oktober 2024

Ceribel

Bismillaah...

Ternyata ada ya orang kayak gitu. Baik di depan, di belakang diceritai. Subhanallah, ya Allah 😭😭😭
Seperti berteman dengan musuh, di depan seperti teman, tapi di belakang kita, ia seperti musuh, menguliti habis-habisan sampai rasanya tak ada lagi yang tersembunyi.

Sakit! Banget!
Setiap kali mengingat, setiap kali pula air mata keluar tanpa permisi. Saking sakitnya.

Hufft....
Fashbir... Bersabarlah...
Berlapang dada dan memaafkan? Hmm.. bantu saya, ya Allah!

Minggu, 15 September 2024

Toilet Training Musa (The End)

Bismillaah...

Sudah September pertengahan...
Dua bulan berlalu dari pertama kali Musa toilet training dan saya belum menulis lagi πŸ˜…. Sekarang memaksakan diri untuk menulis agar kelak ada kenangan dan jejak yang bisa kami kenang dan baca kembali.

Alhamdulillaah, Musa lulus toilet training dengan segala dramanya di usia 2 tahun 2 bulan. Alhamdulillaah, semua atas izin dan bantuan dari Allah.

Kayaknya butuh sebulan untuk benar-benar membuat Musa lepas dari popok setiap waktu. Walau dalam masa itu, ada saja drama yang terjadi; bilangnya setelah pipis atau pup di celana, gak mau dicebok, pup di sembarang tempat, bilangnya gak mau padahal mau dan pipis/pup nya saat pake celana, dan segala drama yang lain.

Tidak apa-apa. Semuanya adalah proses. Yang terpenting saat ini, Alhamdulillaah Musa sudah tidak pakai popok lagi kemana-mana dalam dua bulan ini.
Alhamdulillaah satu tahapan dari mantan bayi ku ini selesai sudah. Dan tahapan selanjutnya menanti, semoga Allah mudahkan juga. Bismillaah..

2 tahun 2 bulan. Mungkin terlalu dini buat ibu lain yang kadang merasa wah ketika melihat Musa sudah tidak pakai popok lagi. Namun, mungkin juga terlalu lama bagi yang anaknya sudah lulus TT di usia bawah 2 tahun.
Tapi, apapun itu, sebenarnya toilet training itu hanya butuh kesiapan kita terutama ibu lalu kemudian kesiapan anaknya sendiri. Tidak ada kata cepat atau terlambat, jadi tidak perlu saling menyalahkan / merendahkan apalagi membanding-bandingkan. Persiapkan saja diri kita minimal 3 hari -1 bulan untuk direpotkan dengan drama TT. Kalau belum siap, gpp, tunggu sampai kita betul-betul siap. Tak perlu membandingkan diri dan melihat pencapaian anak lain, karena yang tau kesiapan kita dan anak kita itu adalah kita sendiri sebagai ibunya.

Satu yang mungkin sering terluput dari proses itu adalah, bagaimana kita melibatkan Allah di awal kita memulai. Karena bukan kita yang hebat dengan bisa melewati segala prosesnya, tapi, semuanya bisa terlewati karena ada bantuan dari Allah.

Alhamdulillaah 'alaa kulli haal.

Semangat bu ibu ✊


Ilma, 15 Sept 2024

Minggu, 04 Agustus 2024

...sendiri...

Bismillaah...

Sebenarnya, saya tak sendiri. Ada Allah tempat mengadu. Setelah Allah, tak ada lagi kecuali tempat ini.

Ingin melegakan rasa dengan berbagi di tempat ini. Saat kekecewaan bertumpuk-tumpuk, maka kulerai satu-satu dalam tulisan disini.

Saya tak ingin menyimpan karena rasanya akan menjadi penyakit. Ingin kubuang saja sepintas memori yang sempat lewat, andai saja saya bisa. Rasanya terlalu menyakitkan, walau terlampau jauh ia terjadi. Husnudzon ku terlalu tinggi, hingga menghadapi realita, jauh panggang dari api. Subhanallah.

Biarlah, bubur sudah menjadi nasi kembali. Saya pun tak mampu kembali terlampau jauh. Namun, jika saya bisa mengulang, saya ingin kembali ke zaman saya tak mengetahui sama sekali. Saya ingin kembali ke zaman menunggu. Menunggu takdir Allah berlaku padaku.

Namun, ada banyak 'hadiah' yang Allah bungkus melalui masalah. Karena saya yakin sama janji Allah di surah An Nur ❤️
Saya yakin, ya Allah, karena Engkau paling tahu.

Berikan rasa sabar yang berlapis-lapis, ya Allah. Walau tiap kali rasa sabar itu tergores hingga hampir saja membuat rasa itu habis tak tersisa, namun saya yakin akan ada hadiah dari Allah untukku. Di dunia tak mengapa saya tak mendapatkannya, ya Allah, namun di akhirat, saya yakin Allah akan memberikan karuniaNya.


4 Agustus 2024
*ditulis dalam keadaan ngantuk sekali setelah menangisi keadaan πŸ₯Ί
* sambil menunggu juga anak2 pulang

Nikmatnya Bersama Orang Sholeh(ah)

Bismillaah...

Alhamdulillaahi bini'matihii tatimmusshoolihaat

Didekatkan dengan orang-orang sholeh memang nikmat yang sangat besar dan tidak bisa ditukar dengan kenikmatan dunia lainnya.
Hari ini, kami berkumpul yang kesekian kalinya. Walau sudah beberapa kali, namun rasanya setiap setelah pertemuan itu, selalu saja ada insight atau bekas yang menjadi oleh-oleh dan bekal yang bisa kami bawa pulang, terutama dalam hal mendidik anak-anak.

Hari ini, kami berkumpul bersama orang tua santri lain, ber10. Untuk pertama kalinya pula saya datang se jam sebelum acara dimulai jadi bisa dapat sesi santai. Mulai dari awal datang hingga balik ke rumah, sangat berkesan.

Dalam hal mendidik anak, bukan sesuatu yang mudah. Butuh teman, butuh masukan dan saran, butuh sharing dari orang tua lain, butuh dikuatkan terutama kita yang merasa sendiri berjuang. Dan hari ini kami mendapatkannya, Alhamdulillaah.

Di saat rasanya hampir putus asa memikirkan anak-anak, Allah mendekatkan orang-orang baik yang sharing tentang cara mereka. Di saat lagi sedih dan merasa sendiri, merasa kecewa dengan diri sendiri, Allah turunkan nasehat-nasehat melalui orang-orang sholeh hingga kita merasa ter-cash kembali.

MasyaAllah...

Nikmat dunia yang tak bisa ditukar dengan apapun. Ini masih di dunia, semoga kelak Allah pertemukan kami kembali di syurgaNya, duduk bercengkrama bernostalgia dengan masa-masa di dunia, saat kita berkumpul dan berpisah karena Allah.

Aamiin yaa Rabb



Ilma, 4 Agustus 2024
"setelah F2F Qonuni 4 ~ kelas Faqih"

Kamis, 04 Juli 2024

Toilet Training Musa, Hari Ke 3-4

Bismillaah...

Qaddarullah, kemarin ketiduran jadi gak sempat menulis. Jadilah cerita TTM (Toilet Training Musa) hari ke 3 dan 4 dirapel hari ini...

Hari ke 3, Alhamdulillaah bi ni'matihii tatimmus shoolihaat, Musa full buang air di WC. Yang bikin kaget adalah saat ingin BAB, Musa bilang dong, huu.. maasyaAllaah, senang sekali sekaligus terharu saat ia menghampiriku dan memberi kode akan BAB. Rasanya? Dua hari berlelah-lelah mengajarinya, hampir pula putus asa di hari ke dua, namun Alhamdulillaah Allah memberikan hasil di hari ke 3. Alhamdulillaah...

Hari ke 4, hari ini 4 Juli 2024
Qaddarullah, karena ada urusan penting di luar rumah, sementara Musa masih belum bisa ditinggal, jadilah ia dibawa serta. Terpaksa pula ia memakai pospak kembali karena khawatir akan menyebar najis di tempat umum.
Walau begitu, saat di luar rumah dan ia mau BAB, masya Allaah nya beliau tetap memberi kode, sambil tetap diperhatikan juga ekspresi muka dan gerak geriknya. Kalau ibu-ibu, pasti tau deh bagaimana bayi nya ketika ingin BAB.
Alhamdulillaah, walau pakai pospak, hanya pipis yang masih menjadi PR buat kami untuk melatihnya hingga bisa.

O iya, malam ini pun terpaksa kupakaikan popok. Bukan karena nyerah, tapi buat jaga-jaga saja, soalnya tadi pagi karena telat dibawa ke wc, jadinya Musa pipisnya di kasur. Kalau musim panas mungkin gak masalah, tapi sekarang lagi musim hujan 😭. Dua seprei sudah dicuci saja belum kering sempurna, tak sanggup lagi menambah seprei ke 3, 4 dst. Qaddarullaah...

Apapun yang terjadi, semuanya adalah usaha dan proses yang harus dilalui dengan ikhlas dan sabar. Mengenai hasil, Allah lah yang menentukan. Waktunya pun hanya Allah yang tau. Namun semuanya adalah yang terbaik. Selalu berharap Allah senantiasa menemani kita dan tidak meninggalkan kita dalam sedetik pun. Aamiin



.ilma, 4 Juli 2024.
Menjelang pukul 11 malam 

Selasa, 02 Juli 2024

Toilet Training Musa Hari Kedua

Bismillaah...

Anaknya sudah bobo, mari kita menyimpan kenangan disini πŸ˜… siapa tau kelak bermanfaat juga jika pas lagi butuh ke anak berikutnya.

Dibanding kemarin, hari ini kayaknya lebih banyak BAK di celana. Umminya lagi badmood sih sejak bangun, mungkin efek kurang tidur dan kurang makan ditambah lagi gak sholat.

O iya, kayaknya, setiap saya mau memulai toilet training ke anak2, saya nunggu sampai saya lagi gak sholat di usia anak 2 tahun atau lebih. Kenapa? Biar gak ribet saja buat bersih-bersih dari najis. Walau ternyata, di Musa ini, sepertinya ujianku lebih berat dibanding saudara-saudaranya dulu. Kondisi kurang fit, kurang tidur dan lagi malas makan, itulah yang menjadi ujianku kali ini.

Kembali ke Musa...
Hari ini jemuran full dengan celana bekas pipisnya. Mulai dari bangun tidur, pipisnya di tempat tidur 😭. Padahal, sudah dijaga sekali, dibujuk buat ke wc, tetap gak mau. Pas umminya lengah, eh... dia bak πŸ˜….

Gak pa2, nak. Masih hari ke 2. Namanya saja belajar.

Yang lucu di hari ini adalah...
Saat Musa saya bawa ke wc buat pipis, seperti biasa, nunggunya lama. Mungkin karena saya nya juga yang terlalu sering bawa ke wc, kadang cuma selisih setengah jam atau kurang dari 1 jam. Padahal, normalnya itu selisih 1-2 jam, baru deh dibawa ke toilet. 
Jadi pas saat itu, yang mungkin cuma selisih setengah jam, eh gak pipis2. Akhirnya, saya nanya, "Musa, mana pipisnya?"
Eh, dia jawab, "Habismi..."

Ya Allah 🀣🀣🀣

Menghibur sekali kamu, Nak, masya Allah.
Lucunya karena dijawab fasih, spontan sambil senyum-senyum, wkwkwk.

Trus, hari ini, karena mau mencuci, jadi ke rumah kakek neneknya. Mungkin karena waktu disananya singkat, cuma 2 jam, jadinya dia cuma sekali saja pipisnya (di celana), itupun sebelum-sebelumnya sudah rutin tiap setengah jam dibawa ke wc.
O iya, Musa sempat ke mesjid juga untuk sholat Maghrib karena diajak kakeknya 😍
Walau umminya yang super khawatir, takut kalau2 di mesjid jadinya pipis dan mengotori lantai, tapi kakeknya tetap bawa Musa 😍
Jadi sebelum dibawa ke mesjid, di suruh pipis dulu di wc, tapii... pas di wc, anaknya gelisah karena takut ditinggal kakeknya, sampai akhirnya... ia berteriak dengan jelas, "Tunggukaaaaa..."

MasyaAllaah, Nak 🀣

Walau sebenarnya hal biasa, namun bagiku luar biasa, soalnya Musa itu walau usianya 2 tahun, sebagian besar kosa kata yang dia ucapkan masih belum sempurna. Namun 2 kata yang menghibur saya hari ini, semuanya diucap jelas dan fasih, masyaAllah 😍

1 lagi yang saya terluput kemarin...
Sebelum Musa tidur tadi, saya ajak dia untuk berdoa, semoga besok Allah mudahkan untuk kami melalui proses toilet trainingnya.
Semoga besok sudah ada hasil, sedikit juga gpp ya Allah πŸ₯Ί
Semoga Allah tetap beri saya kekuatan dan kesabaran. Dan berharap, Allah menetapkan kebaikan atasnya sehingga menjadi pemberat amal timbangan ku kelak di hari Akhir.

Ya Allah, tanpa pertolonganmu, mungkin tadi saya sudah nyerah 😭
Bantu saya, ya Allah 🀲
Saya tak bisa tanpaMu πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Untuk ibu, ummi, ummah, mama, mami, siapapun panggilannya, tetap semangat...
Inilah ladang pahala kita. In syaa Allah semuanya akan terlalui, tinggal bagaimana kita sabar dalam prosesnya.

Untuk kalian yang melaluinya sendiri tanpa bantuan suami, kalian hebat. Peluk kalian, ibu2 πŸ€— Sabar ya... Kebaikanmu berlipat-lipat.. Teruslah berbuat kebaikan meski sendiri dan meski sangat lelah, karena kelelahan itu akan hilang suatu saat, namun pahalanya akan terus ada.


Ilma, 2 Juli 2024