Alhamdulillah bini'matihi tatimmush shoolihaat
Setelah penantian yang panjang dari akhir Desember, kemudian menanti lagi di RS sejak 2 hingga 5 Januari, Alhamdulillaah atas izin Allah, terlahir lah bayi perempuan ~sholehah insyaAllah~ tepat di pukul 4.15 (jam di RS) dengan berat 3,7kg mengalahkan kakak2nya yang lain, masyaAllaah.
HPL nya sebenarnya Desember. Ada yang kasih batas waktu 15 Desember, ada yg akhir Desember. Namun, melihat kembali taksiran HPL saat USG pertama di 8weeks, ternyata di awal Januari. Pun saat periksa terakhir, dikasi batas waktu (yang terlama) di 2 Januari. Jadilah hari Jumat di 2 Januari itu, kami USG lagi untuk memastikan, apakah masih aman untuk lanjut menunggu (biar bisa lahiran normal), atau harus berakhir SC lagi seperti sebelumnya.
Jumat, 2 Januari 2026
19.00 USG dokter, taksiran berat janin 3,2kg, ketuban alhamdulillah masih aman katanya namun denyut jantung janin DJJ) agak tinggi. Yang normalnya 120-160, kalau saya 173. Inilah yang menyebabkan kami disuruh tetap stay di RS. Apalagi setelah diperiksa dalam, sudah bukaan 2 disertai lendir darah. Setelah di ruangan dokter, kami diarahkan masuk ke UGD / ruang persalinan. Kemudian dipasangi oksigen selama 1-2 jam. Alhamdulillah nya cuma oksigen tanpa infus.
Di ruang UGD, hampir setiap jam DJJ dicek. Dan Alhamdulillah nya, setelah dibantu oksigen itu, DJJ nya bagus dan normal. Periksa dalam juga tetap dilakukan, namun masih stuck di bukaan 2, karena sakitnya memang masih bisa ditahan dan hilang timbul.
3 Januari 2026
Masih tetap di bukaan 2 longgar. Sakitnya juga masih sama kayak sakit di tanggal 2. Kontraksi 15-30 menit sekali namun masih bisa ditahan.
15.44 --- pindah ruangan dari UGD bed 1 ke ruang ponek (VIP), alhamdulillah. Disini ruangannya agak luas, seperti kamar perawatan tapi sebenarnya buat bersalin. Alhamdulillah karena ada tempat buat suami tiduran / istirahat dibanding bed sebelumnya.
Apa kabar pembukaan jalan lahir? Ya, masih 2 ke 3, walau sakit sudah meningkat dikit dari hari kemarinnya. Tidur juga sudah kurang nyenyak walau masih bisa.
Saat diperiksa dalam dan dikabari masih bukaan 2, bidannya semangati dong dan disuruh bersabar, masyaAllaah. Padahal saya sudah gak enakan karena saya jadi penghuni terlama di tempat itu, di saat yang lain sudah bawa pulang bayi masing-masing.
4 Januari 2026
Jam 10 atau 11, disuruh menunggu di luar dulu karena ada ibu lain yang mau pakai kamar buat lahiran. Karena bukaan ku juga masih stuck di bukaan 2 dan sakit masih bisa ditahan, jadilah kami menunggu di kursi depan kamar, sambil mengamati juga ibu2 lain dengan segala ceritanya.
...bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar