Kamis, 19 Februari 2009

Karena Engkau Begitu Berharga

Kubuka fs-ku, tampak “permintaan menjadi teman baru” hadir di home fs-ku
“Siapa ya?” pikirku.
Ooh… seseorang yang kukenal di dunia nyata m’add-ku
Ku buka fs-nya dan fs teman-temannya, sy disuguhkan dgn gambar-gambar dan testimonial yg memilukan hatiku

Ini bukan kali pertama sy mendapat suguhan foto-foto diri dan pembicaraan tak berhijab ‘antar lawan jenis’
Dari awal membuat fs, kurang lebih setahun yang lalu, sy terkaget-kaget
Teman, sahabat, ‘adik-adik’ ku
Hampir semua memajang foto dirinya di primary dan galerinya serta ber ‘comment’ ria bersama lawan jenis dengan pembicaraan yang tak jelas arahnya
kecuali beberapa org –yg memang kukenal sbg org2 yg istiqomah, insya Allah-

Karenanya,
Ku ingin menyampaikan jeritan hatiku pada kalian
Para muslimah, akhawatfillah

Jagalah diri qt, ukhti…
Jagalah ‘izzah [kemuliaan diri] dan ‘iffah [kesucian diri] qt
Tak pantas diri ini dipamerkan begitu saja di ‘dunia maya’ ini
Karena ‘dunia maya’ ini sejatinya sama dengan dunia nyata
Jika di dunia nyata qt begitu malu dilihat oleh lawan jenis
Jika di dunia nyata qt seakan menjaga jarak/hijab dengan mereka
Maka dimanakah rasa malu itu tatkala qt di ‘dunia maya’?
Dimanakah ilmu yang telah qt peroleh dengan susah payah itu?
Apakah Qt telah terlena dgn kecanggihan teknologi ini?
Apakah Qt telah terlupa kalau semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak?
Ataukah Qt terlupa kalau ada Allah yang mengawasi setiap gerak gerik perbuatan qt?

Saudariku…
Bersyukurlah dgn setiap pemberian Allah
Qt mungkin ditakdirkan Allah dengan “wajah” yang cantik
Maka bersyukurlah…
Bersyukurlah dengan tidak memamerkan ke semua orang…
“Wajah yang cantik” itu Allah berikan bukan untuk ‘dinikmati’ siapa saja, ukhti…
Memamerkan hanya akan menurunkan kemuliaan nikmat itu

Teringat diri ini pada ummahatul mukminin
“Wanita-wanita mulia sepanjang masa”
Mulia karena menjaga izzah-nya
Mulia karena ilmunya
Dan mulia dengan hijab-nya yang tertutup rapat
Tak inginkah qt seperti mereka, saudariku?
Atau minimal, adakah keinginan dari hati kita untuk mencontoh mereka?
Mereka jg cantik,
Bahkan lebih cantik dari qt
Tapi kecantikannya tak ter”ekspos” dimana saja

Saudariku fillah dimana saja berada…
Sadarkah diri ini kalau ternyata ia begitu berharga?
Sadarkah qt kalau Islam datang untuk memuliakan qt, para muslimah?
Setelah sebelumnya qt begitu terhina, tertindas, dilecehkan dan tidak berharga sama sekali

Ukhti…
Cukuplah peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghentakkan diri qt…
“Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Sesungguhnya penduduk syurga yang paling sedikit adalah wanita”
(hadith riwayat Muslim dan Ahmad)
Yaitu : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)’

Saudariku yg kusayangi karena Allah…
Dunia maya ini memang fitnah buat qt, para muslimah
Banyak godaan, bisikan serta tipuan syetan la’natullah ‘alaih yang senantiasa hadir di depan mata
Mengusik hati yang berniat mulia tatkala terjun ke dalamnya
Tapi… semuanya ada di tangan kita [setelah petunjuk dan hidayah Allah],
Jika kita menggunakannya dgn niat karenaNya dan tetap memperhatikan syari’at dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
Insya Allah semuanya akan bernilai pahala di sisi Allah

Saudariku…
Bersyukurlah…
Bersyukurlah dengan kecanggihan teknologi ini
Internet dengan fasilitasnya; fs, fb, chatting, blog, dll.
dan handphone dengan berbagai kecanggihannya; kamera, media player, sms, 3G, dll.
Manfaatkanlah ia untuk dakwah ilallah atau mempererat silaturahim antar akhawat,
Jangan jadikan kecanggihan itu sebagai ladang kemaksiatan
Jangan jadikan mereka sebagai sarana ‘balas dendam’ [karena tak mampu berkomunikasi lewat dunia nyata, sehingga menggunakan sarana2 tersebut untuk berinteraksi dgn lawan jenis]
Jangan pula membuat dirimu futur
atau mundur secara perlahan dari 'kenikmatan islam' karena fasilitas itu...
Atau dirimu menjadi penyebab seorang lelaki bermaksiat dan akhirnya melupakan Allah sebagai Rabb-nya [naudzubillah]

Karena engkau begitu berharga…
Maka jagalah diri ini dengan baik, seperti menjaga benda berharga kita
Yang qt simpan dengan rapi dan menyembunyikannya di suatu tempat
Maka perlakukanlah diri ini seperti benda berharga kita
Jika senantiasa ta’at pada aturan Islam
Sungguh, sebenarnya diri ini akan jauh lebih berharga dari perhiasan apapun di dunia
Karena “wanita sholehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia”


Akhirnya...
Sebelum mengakhiri tulisan ini, bacalah pesan Rasulullah
Dalam hadis dari Anas yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi : “Setiap anak cucu adam itu suka melakukan kesalahan, dan sebaik-baiknya adalah yang bertaubat.”
Bukanlah yang baik diantara mereka itu adalah yang tidak pernah berbuat kesalahan, karena itu tidak mungkin terjadi pada seseorang yang bernama manusia, tapi yang terbaik adalah yang mau bangkit dari kesalahan yang ada pada dirinya.

Yah…
Qt belum terlambat untuk bangkit dan memperbaiki diri
Masih ada waktu untuk memperbaikinya

Selagi nafas belum berhenti
Selagi waktu masih ada
Mari bersama memperbaiki diri
Menjadi muslimah “dambaan syurga”

“Ya Allahu ya ghoffar…
Maafkan kami karena sikap kami yang tak menjaga diri ini
Ampuni kami atas kelalaian yg kami perbuat
Berikanlah kepada kami hikmah, bimbingan, petunjuk dan hidayahMu
Dalam mengarungi samudra kehidupan ini, amiin”

Teman, sahabat, adik-adik dan semua pembaca,
Tulisan ini kupersembahkan untuk kita [sy dan Anda]
Bukan karena diri ini paling atau lebih baik
Tapi, semata-mata hanya ingin “…saling menasehati untuk kebenaran…” (QS. Al-Ashr : 3)

Membuatmu tersinggung dan mengubah sikap, adalah salah satu tujuanku
Karena ketersinggungan adalah salah satu tanda bahwa kita masih memiliki hati
Namun janganlah ketersinggungan itu membuatmu marah pada-ku
Karena diri ini hanya ingin menunjukkan bukti cinta-ku pada kalian
Dan karena teringat dengan perkataan Ali radhiyallahu ‘anh
‘Sahabat sejati adalah orang yang membuat kita menjadi benar,
bukan orang yang selalu membenarkan kita’


Wallahu A’lam



*Buat "adik2"-ku yang baru bergabung dlm dunia fs
Uhibbukum fillah*


untuk panduan b'fs syar'i, silakan klik disini

6 komentar:

  1. subhanalloh, mbener banget mbak, fitnah fitnah fitnah, sekali melihat ingin melihat trs, dan stersnya. itulah panah setan yang sudah merasuk pada hati yang maridz, hati yang sakit, jikam ia mengikuti hawa nafsu, maka ia akan masuk ke lobang yang disukai setan, jikalo ia kembali ke jalan yang di perintah alloh dan roselnya, maka ia akan kembali kepada hati yang sehat. allohu a'lam, afwan..

    BalasHapus
  2. subhanallah...
    barakallahu fik...
    tulisan yang sangat bermanfaat..

    min: ummu 'abdirrahman ^_^

    BalasHapus
  3. Wa fiikum barakillah

    Jazakillah khair, ummu 'abdirrahman ^_^

    BalasHapus
  4. Artikelnya bagus sekali, jadi teringat 'pertengkaran' Abu Fauzan dengan admin dalam sebuah forum.
    Duh, saya jadi khawatir dimana suatu masa jilbab/cadar hanya akan menjadi simbol. Sebagaimana kekhawatiran dalam sebuah tulisannya 'Jangan Nodai Cadarku' yang saya baca di http://alfathonah.blogspot.com/2008/11/jangan-nodai-cadarku.html

    BalasHapus
  5. Assalamu alaikum ,

    Subhanallah, Semoga menjadi bahan muhasabah bagi kita semua...

    Bentuk Komunitas Blogger Wahdah, Perlukah?, di tunggu komentar dan tanggapannya di http://musafirun.blogspot.com/2009/02/bentuk-komunitas-blogger-wahdah.html

    BalasHapus
  6. Sip sesuai QS. Al ahzab 32 dan An Nur 26, 30-31...afwan..

    BalasHapus