Rabu, 07 Januari 2026

Penantian Berakhir (1)

Bismillaah

Alhamdulillah bini'matihi tatimmush shoolihaat

Setelah penantian yang panjang dari akhir Desember, kemudian menanti lagi di RS sejak 2 hingga 5 Januari, Alhamdulillaah atas izin Allah, terlahir lah bayi perempuan ~sholehah insyaAllah~ tepat di pukul 4.15 (jam di RS) dengan berat 3,7kg mengalahkan kakak2nya yang lain, masyaAllaah.

HPL nya sebenarnya Desember. Ada yang kasih batas waktu 15 Desember, ada yg akhir Desember. Namun, melihat kembali taksiran HPL saat USG pertama di 8weeks, ternyata di awal Januari. Pun saat periksa terakhir, dikasi batas waktu (yang terlama) di 2 Januari. Jadilah hari Jumat di 2 Januari itu, kami USG lagi untuk memastikan, apakah masih aman untuk lanjut menunggu (biar bisa lahiran normal), atau harus berakhir SC lagi seperti sebelumnya.

Jumat, 2 Januari 2026
19.00 USG dokter, taksiran berat janin 3,2kg, ketuban alhamdulillah masih aman katanya namun denyut jantung janin DJJ) agak tinggi. Yang normalnya 120-160, kalau saya 173. Inilah yang menyebabkan kami disuruh tetap stay di RS. Apalagi setelah diperiksa dalam, sudah bukaan 2 disertai lendir darah. Setelah di ruangan dokter, kami diarahkan masuk ke UGD / ruang persalinan. Kemudian dipasangi oksigen selama 1-2 jam. Alhamdulillah nya cuma oksigen tanpa infus.

Di ruang UGD, hampir setiap jam DJJ dicek. Dan Alhamdulillah nya, setelah dibantu oksigen itu, DJJ nya bagus dan normal. Periksa dalam juga tetap dilakukan, namun masih stuck di bukaan 2, karena sakitnya memang masih bisa ditahan dan hilang timbul.

3 Januari 2026
Masih tetap di bukaan 2 longgar. Sakitnya juga masih sama kayak sakit di tanggal 2. Kontraksi 15-30 menit sekali namun masih bisa ditahan.
15.44 --- pindah ruangan dari UGD bed 1 ke ruang ponek (VIP), alhamdulillah. Disini ruangannya agak luas, seperti kamar perawatan tapi sebenarnya buat bersalin. Alhamdulillah karena ada tempat buat suami tiduran / istirahat dibanding bed sebelumnya.

Apa kabar pembukaan jalan lahir? Ya, masih 2 ke 3, walau sakit sudah meningkat dikit dari hari kemarinnya. Tidur juga sudah kurang nyenyak walau masih bisa.

Saat diperiksa dalam dan dikabari masih bukaan 2, bidannya semangati dong dan disuruh bersabar, masyaAllaah. Padahal saya sudah gak enakan karena saya jadi penghuni terlama di tempat itu, di saat yang lain sudah bawa pulang bayi masing-masing.

4 Januari 2026
Jam 10 atau 11, disuruh menunggu di luar dulu karena ada ibu lain yang mau pakai kamar buat lahiran. Karena bukaan ku juga masih stuck di bukaan 2 dan sakit masih bisa ditahan, jadilah kami menunggu di kursi depan kamar, sambil mengamati juga ibu2 lain dengan segala ceritanya.


...bersambung...

Jumat, 02 Januari 2026

Mari Berjuang...

Bismillaah...

Mari berjuang, semoga Allah memberikan keselamatan untuk keduanya
Allah mudahkan prosesnya
Allah lancarkan
Allah sehatkan keduanya, aamiin

Bismillaah... 


@ugd RS Kartini bed 1

Kamis, 01 Januari 2026

Menanti ~~~

Bismillaah... 

Menanti ~~~
Dari akhir Desember 2025,hingga saat ini sudah menyebrang bulan bahkan tahun, kami masih menanti
Menanti pertemuan baru, setelah perpisahan sementara dengan personil yang berbeda
Sangat terasa lama... 
Karena judulnya memang menanti..
Menanti saat, waktu dan kondisi yang tepat

Apapun penantian itu, pasti ada hikmah yang Allah akan beri
Namun, kita hanya bisa tahu ketika semua telah berlalu
Dan semua yang terjadi, pastilah yang terbaik
Bukan menurut kita, tapi menurut Allah

Selasa, 20 Mei 2025

Cerita Haji 2024 M / 1445 H part 1

Bismillaah...

Gara-gara liat postingan jamaah haji berseliweran di medsos, jadinya rindu momen setahun yang lalu. Momen yang sudah terlewati tapi rasanya masih seperti mimpi bisa melewati semua rangkaiannya.

Awal mula ingin sekali berhaji itu... saat Abu Faqih pulang dari haji kalau gak salah tahun 2015. Beliau selalu sounding ke saya, "Kalau qt mau berhaji, berhaji lah di usia muda."
Ya, tentu bukan tanpa alasan sampai beliau mengatakan seperti itu. Padahal, beliau hajinya reguler, bukan mandiri atau yang non resmi.

Sejak saat itu, saya bertekad (bisa dibilang berambisi alias mauuuuu skali) untuk bisa berhaji segera. Setiap ada seseorang yang kukenal dan kebetulan lagi umroh atau haji  saat itu, maka kuminta untuk mendoakan agar saya bisa berhaji segera.

Tahun 2020, ketika ada adik yang masih kuliah di Saudi menawarkan ke orang tua terutama ummi saya untuk ziyarah ke sana sekaligus berhaji, saya pun tak ketinggalan. "Ikut ka' nah, ummi, aba". Alhamdulillaah diiyakan. Diurus lah ini itu, persuratan disana dll. Qaddarullaah, musim Covid melanda. Rencana batal dan ntah kapan bisa kesampaian. Tapi, kami tidak putus asa. Kami terus berdoa agar Allah memanggil kami di kondisi terbaik kami.

Tahun 2023, Ummi ternyata memutuskan untuk berhaji saat itu. Saya? Qaddarullaah, ternyata Allah belum izinkan dikarenakan ada baby 1 tahun yang tentu lebih butuh saya, umminya. Kurelakan ummi dan aba ku sebagai pendamping dan pembimbingnya ummi untuk berangkat, sambil minta didoakan, agar tahun depan kami lah yang bisa berhaji mengikuti jejak mereka.
Pun dengan adik saya yang tahun 2023 itu baru tahun pertama di Madinah, Saudi, saat ia pertama kali umroh, saya langsung meng-wapri-. Doa yang kutitip hanya, "Doakan nah bisa berhaji tahun depan (2024)". Hanya itu!

Oiya, saking berambisi nya saya untuk berhaji, tahun 2023 itu, saya sempat menabung 50jt ke salah satu ust yang punya travel. Pikirku, nabung aja dulu, tentang kapan, biarlah Allah yang menentukan.

Sepulang ummi dari berhaji, berceritalah beliau ke kami, "Usahakan mi pergi haji cepat2, kalau kayak qt mi ini, sudah tua, siksa sekali, banyak mi penyakit, susah jalan, dll, kalian itu masih muda, mumpung masih kuat jalan, dst dst", dan itu selalu di sounding ke kami setiap beliau mengisahkan perjalanan hajinya.

Lalu, bagaimana saya tidak tambah semangat untuk bisa berhaji SEGERA!

~~
Akhir tahun 2023, disinilah semuanya bermula.
28 Desember akhir tahun itu, masuk whatsapp dari adikku,

"Rencana mauka berangkat haji sama Uya (istrinya) tahun depan pake visa ziarah.
Seperti aba tahun lalu.
Sdh ku hitung2 totalnya 80 jt/org, sdh longgarmi."

"Ikutt", balas ku saat itu.

Walau dana fresh masih belum cukup di tangan, tapi bismillaah ya Allaah...

Disuruhlah kami mengurus paspor sebagai persyaratan pengambilan visa.

Tentang pengurusan paspor, sudah kami ceritakan di blog ini 👉 https://blognya-muharrikah.blogspot.com/2024/01/mengurus-paspor.html

Jadi langkah awal, kami urus paspor dulu. Karena sebelumnya saya sudah pernah punya paspor, jadinya sisa diperpanjang. Saya mengurusnya di awal bulan Januari 2024.

Setelah paspor jadi, foto paspornya diminta untuk kemudian dikirim keee... ntah siapa, yang jelas, saya ngirimnya ke adik yang mengurus dan sama2 akan berangkat. Selain foto paspor, juga foto diri yang berwarna.

Ahad, 14 Januari 2024, kami berangkat ke Jakarta untuk biometrik. Rencana awal ke Jakarta 8 Januari, makanya kami urus paspor cepat2 di awal tahun biar terkejar. Qaddarullaah, calling visa terlambat keluar, jadilah berangkatnya tanggal 14 itu.

... bersambung ke part 2 ...

Rabu, 01 Januari 2025

Tumis Sawi

Bismillaah...

Alhamdulillaah, Allah masih memberi kesempatan hidup hingga hari ini, 1 Januari 2025 yang juga bertepatan dengan 1 Rajab 1445 H. Alhamdulillaah bini'matihi tatimmus shoolihaat, atas segala nikmat yang Allah beri di tahun 2024, pun dengan segala cobaan yang ternyata bisa dilalui.
Harapannya tahun ini, bisa konsisten menulis tiap hari di blog. Menulis apa saja untuk menjadi jejak, kenangan dan mungkin saja akan ada hikmah dari setiap tulisan itu.

Seperti hari ini, the first time selama hidup, saya akhirnya mengolah sayur sawi hijau dengan cara di tumis. Kalau yang sebelum-sebelumnya hanya pernah membuat sayur bening atau tumis kangkung, kali ini saya mencoba membuat tumis sawi hijau. Rasanya? Asin, haha. Tapi menurutku, lumayanlah buat orang yang baru pertama kali bikin.

Resep singkatnya:
Saya pakai 2 ikat sawi hijau (jgn lupa membuang batangnya yang agak keras, walau kayaknya tidak semua ada di bagian sawi, tapi saya lupa membuangnya, hehe).
Cincang bawang putih, masukkan saos tiram, tambahkan air sedikit dan masukkan pula batang yang menempel di daun, baru deh sayurnya. Trus, saya koreksi rasa, hmm.. ternyata asin sekali. Akhirnya saya tambahkan sedikig air dan sedikit maizena agar kuahnya mengental. Oiya, sebenarnya bisa ditambahkan tomat, tapi qaddarullah, saya lupa.

Pas suami coba, kata beliau, yg di approve sama lidahnya itu adalah sayur sawi hijau yang ditumis bersama bawang putih yg diiris tipis-tipis tanpa penambahan saus tiram.
Lain kali akan dicoba, In syaa Allah.

Jumat, 20 Desember 2024

Musa Abdurrahim 2y7m

Bismillaah...

Pas liat tanggal, eh, ternyata pas tanggal 20, tanggal dimana Musa pertama kali lahir ke dunia ini, 2 tahun 7 bulan yang lalu.

Hmm.. sebelum nulis tadi, sempat liat juga tulisan terakhir, ternyata terakhir di bulan Oktober lalu. Bulan November gak ada tulisan sama sekali, qaddarullah.

Tulisan kali ini, mau memberi jejak kisah tentang Musa.
Bisa apa saja dia di usia nya 2 tahun 7 bulan ini?

Alhamdulillaah bini'matihi tatimmush shoolihaat
❤️ Semakin lancar berbicara walau konsonan dalam kata masih belum jelas, dominan vokal nya yang terucap. Ntah kenapa, padahal jika diurai per kata, ia bisa fasih mengucapkan kata itu.
❤️ Sudah bisa mengungkapkan satu kalimat, bukan 1 kata lagi. Misal, dia mau makan. Kalau dulu cuma bilang "(m)akan" sambil narik-narik tangan umminya menuju ke dapur, sekarang bilangnya, "makan nasi", kadang disambung "pake lur".
Sebenarnya masih ada yang lain, tapi lupa. InsyaAllah jika teringat, akan dituangkan di sesi tulisan berikutnya.

Yang saya ingat hari ini, adalah momen ketika Musa membantu umminya menyerahkan paket ke kurir yang datang ke rumah, di saat umminya lagi sholat. MasyaAllaah, baarokallahu fiih. Ternyata dia bisa. Padahal saya masih menganggapnya bayi kecil ku, yang belum bisa diberi tanggung jawab. Bahkan momen tadi sebenarnya saya tidak mengamanahi Musa, tapi ia yang berinisiatif sendiri untuk mengambil alih amanah itu.




Semoga jadi anak sholeh ya, Nak, yang memiliki sifat amanah, inisiatif dan bertanggungjawab.
Semoga Allah selalu menjaga nya dan menjaga kakak4 nya selalu, mengistiqomahkan mereka hingga kelak kita berkumpul kembali di syurgaNya, aamiin


Ilma, 20 Desember 2024
Pukul 00.22

Senin, 07 Oktober 2024

Rindu Anak Sulung

Bismillaah...

Faqih, begitulah ia dipanggil. Nama pilihanku yang Alhamdulillaah disetujui oleh abinya ~rahimahullah~. Harapanku, ia kelak menjadi faqih dalam segala bidang, yang dengannya ia menjadi orang yang bermanfaat hingga mengantarkan kami kembali berkumpul di syurgaNya.

Ia, anak sulungku. Usia kami selisih 22 tahun. Karenanya, terkadang kami seperti teman; teman berdebat, teman berkelahi 🤣, teman jalan, teman bercerita dan seterusnya. Saking akrabnya kami, pernah ada yang bilang, "Qt sama Faqih kayak bukan ibu dan anak, tapi kayak teman." 
Begitulah kami...

Hari ini, hari ke 4 menuju 5 ia berada di tempat yang tak boleh saya kunjungi. Disana ia berjuang untuk me-mutqin-kan hafalan Qur'anNya. Tidak ada alasan untuk saya menahan ataupun tidak meridhoinya, pun tak ada alasan saya harus bersedih, karena disana ia berjuang dalam kebaikan. Semoga Allah selalu menjaga waktu-waktunya dan membimbing ia menghabiskan harinya dengan kebaikan dan kebermanfaatan.

Sekarang, saya menulis tentangnya, Abdullah Faqih, hanya karena saya rindu. Yang biasanya kami selalu berdebat tentang apa saja, yang sebelum pergi ia sempat curhat tentang kondisi dan ujian hidupnya, yang biasanya menjemurkan pakaian yang sudah saya cuci, yang biasanya mengangkat dan mengganti galon yang kosong, yang selalu menawarkan diri membelikan jika saya ingin membeli sesuatu, yang paling pusing jika keinginannya tertunda atau tidak disetujui, yang paling ribut jika mobil dalam keadaan kotor, yang paling sering ditegur karena keisengannya sama adik2nya, yang... ah, terlalu banyak tentangnya jika saya menulisnya disini.

Semoga Allah memudahkan mu disana, menghafal, mentadabburi dan mutqin bersama dengan AlQuran, panduan hidup kita. Apa2 saja yang berkaitan dengan AlQur'an, maka ia akan baik dan menjadi utama.

Semoga Allah juga memberi kesabaran lebih padanya, dalam menjejaki kebaikan. Karena setiap jalan kebaikan, tidak akan mungkin terlepas dari godaan syetan, yang ingin kita keluar dan menjauh dari kebaikan tersebut.

Saya rindu!
Dan saya titipkan dirimu pada Allah, sebaik-baik penjaga. Apa saja yang kita titipkan pada Allah, maka tidak akan hilang maupun rusak.

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta
(Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).”


Makassar, 7 Oktober 2024
*merindu faqih yang lagi ikut Dauroh Hamasiyah di Pattallassang 3 Oktober - 5 November 2024 ❤️